ANALISIS DETEKSI POTENSI KESULITAN KEUANGAN PADA BANK MUAMALAT INDONESIA DENGAN LOGIT MODEL PERIODE 2008-2017

Erman Sutandar S.E.,M.M.

Abstract


Perbankan merupakan lembaga intermediasi yang memiliki tugas pokok dalam
menghimpun dana dari masyarakat dan menyalurkannya kembali kepada
masyarakat dalam bentuk pinjaman/pembiayaan.
Dalam menjalankan tugasnya sebagai perantara jasa keuangan, perbankan
syariah harus lebih berhati-hati karena salah satu tujuan dari lembaga keuangan
khususnya perbankan adalah mendukung fundamental ekonomi dari ancaman
krisis serta menjaga kestabilannya.
Saat krisis ekonomi 1998, Bank Muamalat yang merupakan bank pertama di
Indonesia yang menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam penerapannya juga
tidak terhindar dari kesulitan keuangan yang bisa berujung pada kebangkrutan.
Beberapa tahun terakhir, Bank Muamalat Indonesia (BMI) menunjukkan
penurunan kinerja yang tercermin dari kinerja keuangannya. Pada tahun 2014
dan 2015, Net Performing Finance (NPF) BMI menunjukkan tingkat yang cukup
tinggi yaitu sebesar 6.55% dan 7.11%. Hal ini sudah melebihi ambang batas
aman sebesar 5%.
Penelitian ini dilakukan untuk menganalisis prediksi kesulitan keuangan pada
BMI dengan model logit dimana variabel dependennya berupa kondisi bank
yang bersifat kategorik. Variabel independen yang digunakan berupa rasio
CAEL. Berikut merupakan analisis deskriptif dari masing-masing variabel.
Kata kunci : Net Performance Finance, Rasio CAEL
Abstraction
Banking is an intermediary institution that has the main task of collecting funds
from the community and channeling it back to the community in the form of
loans / financing.

In carrying out its duties as a financial services intermediary, Islamic banking
must be more careful because one of the objectives of financial institutions,
especially banks, is to support economic fundamentals from the threat of crisis
and maintain stability.
At the time of the 1998 economic crisis, Bank Muamalat, which was the first
bank in Indonesia to implement sharia principles in its implementation, also did
not avoid financial difficulties that could lead to bankruptcy.
In the past few years, Bank Muamalat Indonesia (BMI) showed a decline in
performance reflected in its financial performance. In 2014 and 2015, Net
Performing Finance (NPF) BMI showed a fairly high level of 6.55% and 7.11%.
This has exceeded the safe threshold of 5%.
This study was conducted to analyze the prediction of financial difficulties in
BMI with a logit model where the dependent variable is a categorical bank
condition. The independent variable used is a CAEL ratio. Here is a descriptive
analysis of each variable.
Keywords: Net Performance Finance, CAEL Ratio


Full Text:

PDF

Refbacks

  • There are currently no refbacks.